• Latar Belakang Soebardjo Brotohardjono XVI



    Latar Belakang





    Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke-4 setelah China, India, dan Amerika. Pertambahan jumlah penduduk yang besar mempunyai konsekuensi yaitu peningkatan kebutuhan energi nasional. Ketergantungan terhadap energi fosil terutama minyak bumi dalam pemenuhan konsumsi di dalam negeri masih tinggi yaitu sebesar 96% (minyak bumi 48%, gas 18% dan batubara 30%). Kebutuhan energi diproyeksikan meningkat rata-rata 1,6% per tahun hingga tahun 2020 berdasarkan data Dewan Energi Nasional. Oleh karena hal tersebut, riset dan pengembangan sumber – sumber energi alternatif perlu untuk dilakukan sebagai substitusi dari energi fosil yang tidak terbarukan.
    Pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan sumber energi fosil, diantaranya adalah sumber energi biomassa, surya, angin, dan tenaga air. Indonesia mencanangkan strategi pada tahun 2025, target energi baru terbarukan mampu berkontribusi di dalam bauran energi nasional sebesar 87 juta ton (23%). Salah satu energi baru dan terbarukan sebagai alternatif pemenuhan energi nasional adalah Bahan Bakar Nabati (BBN). Riset dan pengembangan BBN hingga skala industri telah dilakukan secara masif dan mendapat dukungan penuh pemerintah Indonesia terutama untuk memenuhi target B30 (30% blending biodiesel) di tahun 2020. Biodiesel menjadi salah satu komoditi BBN yang mendapat perhatian serius oleh pemerintah dan ditingkatkan penggunaannya secara bertahap sebagai campuran solar. Pemerintah Indonesia pun memiliki target untuk menggunakan biodiesel 100% atau B100 sebagai pengganti solar yang merupakan energi fosil. Di samping itu, riset dan pengembangan BBN serta sumber – sumber energi baru dan terbarukan yang lain terus gencar dilakukan demi menunjang kebutuhan energi nasional yang semakin meningkat.
    Seiring dengan hal tersebut dan sejalan dengan visi misi Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka diselenggarakan Seminar Nasional Teknik Kimia Soebardjo Brotohardjono XVI. Seminar Nasional Teknik Kimia Soebardjo Brotohardjono XVI mengusung tema “Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Menuju Kemandirian Energi Nasional”. Seminar ini diharapkan dapat menjadi wahana informasi yang efektif bagi peneliti, praktisi, serta pihak pemangku kebijakan tentang energi baru dan terbarukan di Indonesia. Selain itu, seminar ini diharapkan dapat memunculkan ide – ide dan strategi dalam mengolah dan memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan bagi kemandirian energi nasional.
  • Diberdayakan oleh Blogger.